Perguruan tinggi negeri (PTN) akan memprioritaskan seleksi masuk secara nasional yang sesuai syarat dari pemerintah minimal 60 persen. Setelah itu, barulah PTN melaksanakan seleksi mandiri yang sepenuhnya diatur setiap perguruan tinggi milik pemerintah tersebut.
Merespons keputusan ini, sejumlah perguruan tinggi negeri akan melakukannya melalui dua jalur penerimaan. Jalur pertama melalui ujian tertulis seperti SNMPTN dan jalur nontertulis lewat penelusuran minat dan kemampuan. Jalur ini tidak berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya, tetapi kuotanya tahun sekarang sudah ditentukan.
"Memang, ada pembahasan di antara pimpinan PTN supaya seleksi masuk mahasiswa baru dilaksanakan setelah ujian nasional. Pemerintah mendukung saja dan menyambut baik," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Djoko Santoso di Jakarta.
Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Musliar Kasim mengatakan bahwa setelah melalui sejumlah pertemuan, pada prinsipnya pimpinan PTN memahami kebijakan pemerintah seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010. Dalam peraturan pemerintah (PP) itu, antara lain, ditetapkan, penerimaan mahasiswa baru harus terbuka luas untuk semua anak bangsa dari Sabang hingga Merauke.
Musliar menjelaskan, penerimaan secara nasional lewat jalur tertulis polanya seperti SNMPTN. Calon mahasiswa bisa mendaftar ke perguruan tinggi mana pun di seluruh Indonesia dengan dua atau tiga pilihan dan menjalani tes tertulis secara serentak di seluruh Indonesia.
Adapun jalur nontertulis untuk mengakomodasi PTN yang menyeleksi calon mahasiswa dengan melihat prestasi dan nilai rapor siswa SMA sejak kelas I hingga kelas III. Selama ini setiap PTN melakukan sendiri seleksi tersebut dengan mengirimkan undangan kepada sekolah-sekolah yang dinilai potensial.
”Seleksi seperti ini pun akan masuk dalam porsi 60 persen seleksi nasional. Tidak lagi dilakukan setiap PTN, tetapi dikoordinasi secara nasional,” ungkap Musliar.
Adapun 40 persen dari kapasitas kursi yang tersedia, setiap PTN bisa membuka jalur masuk sendiri-sendiri atau berkelompok.
-----------------------
sudah baca artikel di atas?
uuuuuhhh ya ampun kaget abiiiiiissssss
padahal niatannya, tes2 PTN sebelum snmptn itu mempermudah, biar ada pegangan sebelum snmptn. lha sekarang? mau pegangan apa kelar snmptn? saingannya tambah banyak toh otomatis?
die die die
setres nambah. kudu belajar lebih rajin.
capek pek kaya gini terus
apalagi pendaftar snmptn itu buanyak banget. gila deh, bisa-bisa 2000 orang memperebutkan 20 kursi. gila kan?
bismillah aja deh
berakit-rakit ke hulu
berenang-renang ketepian
bersakit-sakit dahulu
bersenang-senang kemudian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar