Kamis, 10 Desember 2009

01 Desember 2009

Hari ini hari pertama yang paling membosankan dalam minggu ini, pagi-pagi sudah dikejutkan dengan tugas matematika yang (tidak sengaja) saya lupakan, dateng-dateng langsung bergerombol menyalin tugas matematika kawan kami yang paling pintar di kelas dan yang paling mengenaskan, saya hari ini duduk sendirian. Revy, kawan sebangku saya, sakit flu berat sampai-sampai ga bisa bangun dari kasur.

Bel masuk udah bunyi dari setengah jam yang lalu, dan selama setengah jam ini temanku sedang mempresentasikan Fakultas Hukum. Well, berhubung saya ga tertarik sama sekali dengan fakultas hukum, saya dan teman bangku belakang saya dan teman bangku depan saya asik bergosip. Sesekali kami mendengarkan saat bahan gosipan kami habis tapi pasti ada salah satu dari kami menyeletuk

Eh tau ga sich loh, kemarin bla bla bla..

Bel jam pelajaran ke dua udah bunyi, kami masih asik bergosip. Berharap guru mulok kami, bu Sri Mulyani, hadir seperti biasa. Yang di maksud hadir seperti biasa adalah 5 menit sebelum bel jam ke 3

TEPAT ! 5 menit sebelum bel bu SM(Sri Mulyani.red) baru masuk ke kelas kami dan segera membagikan kertas mulok dan menulis panjaaaaang sampai papan tulis di depan benar-benar tidak ada tempat untuk menulis lagi. Dan tidak seperti biasa, saya benar-benar menyalin apa yang ada di papan. Mungkin karena saya duduk seorang diri jadinya lebih rajin karena banyak waktu menganggur. Bahkan saya sempat belajar kimia -_____-

Bel istirahat baru aja bunyi, tapi sebelum bel kami (saya, cintia, thea, astro, ainun) sudah berhasil lepas dari kandang dan menuju ke kantin. Saya memesan cap cay di cafe pojok sedangkan kawan2 saya kebanyakan lebih memilih makan lele. Ah apa sih bagusnya lele? Emang enak gitu? Tapi saat istirahat ke dua, saya makan lele beserta tulang2nya

Mau bel masuk..

Kami semua bergegas menuju kelas dan secara-tidak-sengaja bertemu dengan anak-anak yang sedang bergerumbul. Sepertinya mereka sedang memperhatikan sesuatu, yang menarik, yang berkharisma, yang benar-benar mengagumkan. Aku langkahkan kakiku ke arah mereka sambil berbinar-binar dengan fikiran bahwa yang sedang mereka lihat adalah uang 100 ribuan segebok yang jatuh di depan kelas, saat telah tiba di TKP

JENG JENG JENG

Meooong meoooong..

“lhoalah mek kucing sampek mbok deloki koyo ngono rek,tak pikir lapo”

Deloken ta nadh, kucinge sakno

----------------------------------

Jadi ingat kejadian kemarin, saat revy pulang cepat, anak-anak cewek dikelasku yang tergabung dalam SKI sibuk mengurusi sesuatu, dan saya mendengar percakapan mereka

Iya kamu, kasihan. Kayanya waktu dia tidur, kakinya kelindes ban mobil dan yang ngelindes ga tanggung jawab. Aslinya ini keliatan di area sekolah sama PK pas sabtu kemarin dengan kondisi kaki yang hampir busuk, terus PK ngasih betadin dan di perban tapi tadi pagi PK ngeliat dia di tempat yang dia temuin pas itu, kakinya busuk dan sekarat.ini lagi di bawa ke rumah sakit

Oh hell-o, saya langsung berfikiran bahwa yang sedang mereka bicarakan adalah orang gila yang berkeliling di sekitar sekolah yang kakinya dilindes mobil dan kehujanan di area smala,

Iku seng di omongno ambek arek-arek iku sopo?

Dan teman saya menimpali,

Kucing nadh, sakno kon,sikile buntung

Oh men :|

Guru kimia kami dateng,bu tituk, dengan wajah yang benar-benar kusut dan sepertinya ingin memakan kami satu persatu. Tapi saat melihat PK tengah memegang kucing, wajah ibu itu melembut dan senyum cengiran handalannya muncul

Eh iku kucinge sopo rek?ko disini? Lho kakinya ko buntung?, tanya beliau

Dan tanpa dinyana tanpa disangka, ibu itu memperbolehkan si kucing mengikuti pelajarannya,

Bahno ben sekolah, ben pinter

OMG, orang ini bener-bener fanatik kucing deh kayanya. Tadi beliau sempet bilang kalo beliau punya kucing banyak di rumahnya. Ga kaget. Saat kami praktikum, kucing itu kami biarkan berkeliaran di kelas. Mereka (anak SKI) memberi kucing itu nama, qonsa, kalo ga salah sih artinya penyair. Well, gimana cara seekor kucing jadi penyari?

Namaku sama namanya si kucing ko kayanya bagusan kucingnya ya -___- ujar saya dan teman-teman saya menyahuti

Jelas bagusan Nadhia Iffah Saraswati lah nadh, masa kamu mau dibandingin sama kucing

Saat praktikum telah selesai, saya dan kawan2 segera kembali ke kelas untuk sholat dhuhur. Tapi ketika perjalanan,kami melihat anak-anak yang tengah bergerumbul menutupi PK yang sedang menyodorkan susu dan nasi lele ke kucingnya

Ya Allah, kucinge enake rek. Wes ada rumahe, ada sarungnya,lek kedinginan tinggal narik sarung, ada makanannya,bahkan ada susunya. Kita aja yang hidupnya lebih berat cuman minum es teh, iki kucing minum susu ultra. Ko enak -___-

Ih nadh ko cemburu sama kucing siiih? Mereka berseru kompak

Ga cemburu rek, mek iri.aku ae ga tau mbok ngonokno lek sakit, iki kucing tok ae sampe dimanja ngene

Lho kan kucing itu hewan yang disukai nabi nadh, jadi kita musti nyayang

Jadi aku iku ga disayang nabi ngono? -___- dan mereka hanya bisa tertawa

Saat akan memasuki kelas,saya memberikan pesan dan kesan terakhir

Tukokno black berry pisan, ben lek kucinge bosen, isok facebookan, terus tukokno pulsa internet seng perbulan, asik kan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar